BAGAN WARNA DAUN

2:03 AM

Menghemat Penggunaan Pupuk N pada Padi Sawah

Hasil panen padi yang tinggi dapat diperoleh melalui pemupukan berimbang yang memperhatikan ketersediaan dan keseimbangan hara dalam tanah serta tingkat serapan hara sesuai kebutuhan tanaman. Pemakaian pupuk N yang kurang dari kebutuhan tanaman akan memberikan hasil panen padi yang rendah atau tidak optimal, sebaliknya pemberian pupuk N secara berlebihan akan menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit dan mudah rebah.
Bagan Warna Daun (BWD) dapat membantu petani untuk mengetahui apakah tanaman perlu segera diberi pupuk N atau tidak dan berapa takaran N yang perlu diberikan. Pemberian pupuk N berdasarkan pengukuran warna daun dengan BWD dapat menekan biaya pemakaian pupuk sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil. BWD berbentuk persegi panjang 4 kotak skala warna, mulai hijau muda hingga hijau tua.
  foto 1: Bagan Warna Daun (BWD) tampak depan dengan 4 skala warna (atas) dan tampak belakang dengan petunjuk penggunaan (bawah)
Bagan Warna Daun (BWD)
  Penggunaan BWD berkaitan erat dengan beberapa tingkat hasil tinggi yang biasa dicapai di suatu tempat. Pada umumnya tingkat hasil di musim kemarau berbeda dengan tingkat hasil di musim penghujan. Oleh karena itu tingkat hasil yang tercantum di tabel 1 dan 2 bukan berarti hasil tertinggi yang inin dicapai di semua tempat. Misalnya, di suatu tempat yang tingkat hasil tingginya 6 Ton/ha, pemberian urea melebihi takaran yang dianjurkan belum tentu dapat menaikan hasil menjadi 7 atau 8 ton/Ha.

CARA PENGGUNAAN BWD
1. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun,
2. Taruh bagian tengah daun di atas BWD (foto 2) dan bandingkan antara warna daun dengan warna pada panel. Jika warna daun berada di antara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya, misalnya 3,5 unuk warna antara 3 dan 4,
3. Sewaktu mengukur warna daun dengan BWD, jangan menghadap sinar matahari, sebeb pantulan sinar matahari dari daun padi dapat berpengaruh pada pengukuran warna daun,
4. Pilih waktu pembacaan daun pada pagi atau siang hari. Hindari menilai warna daun dengan BWD di tengah terik matahaari,
5. Lakukan pengukuran pada waktu yang sama oleh orang yang sama,
6. Jika 6 atau lebih 10 daun yang diamati warnanya berada dalam batas kritis, yaitu di bawah skala 4, maka tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan tingkat hasil di tempat bersangkutan.

WAKTU PENGGUNAAN BWD
Pilih satu dari 2 waktu penggunaan berikut :
1. Berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, biasanya berdasar pertumbuhan tanaman, yaitu saat pembentukan anakan aktif (21-28 HST) dan primodia (35-40 HST). Dengan cara ini hanya perlu dilakukan 2 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD, karena pada pemupukan pertama tidak perlu digunakan BWD.
2. Berdasarkan kebutuhan riil tanaman, dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7-10 hari sejak 21-28 hari setelah tanam (HST)sampai 50 HST. Tanaman segera di beri pupuk N bila warna daun berada di bawah skala 4 BWD. Dengan cara ini petani perlu sering ke sawah untuk membandingkan warna daun padi dengan BWD.
Foto 2. Pengukuran warna daun padi dengan BWD
  BWD hanya digunakan pada pemupukan ke dua atau stadia anakan aktif (21-28 HST) dan pemupukan ketiga atau primodia (35-40HST) dengan membandingkan warna daun dengan skala BWD.
  • Bila warna daun berada pada skala 2 sampai 3, berikan 125 Kg urea/ha kalau hasil yang biasa dicapai di suatu tempat adalah 7 Ton/Ha GKG. Berikan 75 Kg urea/ha kalau tingkat hasil adalah 5 Ton/Ha GKG. 
  • Bila warna daun berada antara skala 3 dan 4, berikan 100 Kg urea/ha kalau hasil yang biasa dicapai di suatu tempat adalah 7 Ton/Ha GKG. Berikan 50 Kg urea/ha kalau tingkat hasil adalah 5 Ton/Ha GKG.
  • Bila warna daun berda pada skala 4 sapai 5, berikan 50 Kg urea/Ha  kalau hasil yang biasa dicapai di suatu tempat adalah 7-8 Ton/Ha GKG. Tanaman tidak perlu dipupuk N kalau tingkat hasil adalah 5-6 Ton/Ha GKG.


 


 Apabila petani menggunakan Za (amonium sulfat) atau pupuk majemuk (NPK/Phonska) pada pemupukan dasar maka perhatikan kandungan nitrogennya. 
Contoh : 100 Kg ZA mengandung 21 Kg Nitrogen
         100 Kg NPK (15-15-15) mengandung 15 Kg nitrogen
         100 Kg Urea mengandung 46 Kg nitrogen

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan memberi komentar yang membangun EmoticonEmoticon